Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya ketika melakukan tes lab di kehamilan saya yang menginjak 32 minggu (trimester tiga).
Karena faskes 1 BPJS saya di Klinik LIPI, yang notabene tidak ada lab di sana, saya putuskan untuk periksa ANC di puskesmas terdekat saja. Apabila saya mengajukan permintaan sendiri dari faskes 1 untuk dirujuk ke RS tanpa adanya indikasi tertentu, pihak faskes 1 pun tidak memberikan surat rujukan, dan saya harus membayar secara pribadi biaya yang tes lab di RS. Selain karena saya dengar ANC merupakan program pemerintah, jadi jika periksa di puskesmas akan gratis walaupun tanpa BPJS.
Oke lanjut saja ke prosedur dari awal sampai selesai tes laboratoriumnya.
1. Datang ke Puskesmas Cibinong yang ada di Nanggewer.
Saya baru pertama datang ke sana kemarin, tapi dari obrolan ibu-ibu sesama pasien mengatakan dari pagi sudah sangat ramai. Beruntung saya datang pukul 09.30 antreannya tidak sebanyak yang pagi.
NB: perhatikan hari datang untuk tes lab sesuai dengan alamat tinggal, untuk wilayah Pakansari tes lab hanya ada di hari Rabu dan Kamis.
2. Ambil nomor antrean pendaftaran.
Antrean di sini dibedakan menjadi dua, yaitu tunai (non BPJS/umum) dan BPJS. Karena saya BPJS bukan di Puskesmas Cibinong, maka saya mengambil nomor di bagian tunai.
3. Pendaftaran pasien.
Di sini saya mendaftar pertama kali untuk periksa sehingga dibutuhkan biodata mengenai nama, kepala keluarga, dan alamat tinggal. Setelah itu akan diminta perekaman sidik jari ibu jari kiri dan membayar Rp 5.000,00 sesuai aturan pendaftaran. Setelah itu tinggal katakan keperluan kita untuk tes lab dan mendapatkan karcis pendaftaran.
4. Menunggu di ruang KIA.
Kata ibu-ibu yang biasa periksa di Puskesmas Cibinong, pemeriksaan oleh bidan akan diurutkan berdasarkan panggilan dari pendaftaran tadi. Tetapi sepertinya ada kendala teknis yang menyebabkan data komputer tidak masuk ke ruang KIA, maka pemeriksaan hari itu hanya berdasarkan siapa yang datang terlebih dahulu di ruang KIA.
5. Pemeriksaan oleh bidan.
Pertama-tama ditanyakan kepada saya adalah tunai atau BPJS, saya menjawab tunai dan menyerahkan karcis yang menyatakan telah mendaftar dan tertera tulisan lunas RP 5.000,00. Kemudian ditanyakan mana buku KIA nya. Karena saya selama ini kontrol di klinik tidak pernah mendapatkan buku KIA, saya malah meminta kepada bu bidan untuk diberikan. Tetapi ternyata tidak diperbolehkan karena alasan kontrol kehamilan tidak pernah di puskesmas. Ya sudah lanjut bu bidan untuk menyarankan tes lab untuk HIV dan HBSAG. Kalau sudah selesai nanti diminta balik ke bidan lagi.
6. Pengambilan sampel darah di ruang laboratorium.
Sebelum ke lab, saya diminta untuk mencetak ke komputer data berkas pemeriksaan dari bidan tadi ke petugas yang sedang berada di ruang TBC dan paru di dekat garasi mobil ambulan depan.
Lanjut masuk ruang lab dan diambil darah di siku bagian dalam tangan kanan saya. Saya tidak diminta untuk tes urin juga.
7. Pembayaran di kasir.
Setelah melakukan pengambilan sampel darah tadi, saya diberikan kertas untuk pembayaran biaya di kasir. Untuk tes HIV biayanya gratis, sedangan untuk HBSAG biayanya Rp 3.500,00.
8. Menunggu hasil lab selama satu jam.
Pembayaran selesai dan saya serahkan bukti pembayaran ke petugas di lab tadi lagi untuk melihat hasil satu jam kemudian.
9. Kembali ke ruang KIA untuk mengetahui hasil bacaan lab.
Bidan menjelaskan hasil lab dan memberikan resep vitamin.
10. Menyerahkan resep ke bagian farmasi/obat.
Setelah menunggu beberapa lama nama saya dipanggil untuk mengambil vitamin yang diberikan bidan, ada 2 macam yaitu vitamin c untuk diminum siang hari 1 kali isi 8 butir dan penambah darah untuk diminum malam hari 1 kali isi 30 butir, gratis.
Selesai sudah alur pemeriksaan ANC di puskesmas tanpa BPJS. Ternyata hanya memerlukan biaya Rp 8.500,00 saja kita dapat mengetahui nilai Hemoglobin, ada tidaknya HIV, dan VCT. Untuk pelayanan di puskesmas Cibinong cukup bagus, di bagian pendaftaran cukup sabar untuk ditanya-tanya mengenai informasi lainnya tentang BPJS. Bidannya sendiri di pemeriksaan awal terlihat tegas dan gercep, dan setelah pemeriksaan yang kedua terlihat lebih ramah kok, mungkim karena sudah sepi pasien dan sudah hampir jam pulang waktu itu.
Sekian, terima kasih sudah membaca pengalaman saya, semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar