Assalamu’alaikum wr.wb.
Kali ini QK pengen bahas tentang GEOINT, uda pada tau belum? buat yang penasaran apa itu GEOINT dan gimana GEOINT di Indonesia silakan simak di bawah ini ya.
QK mau ceritain dulu gimana si GEOINT ini. Ceritanya dari Amerika dulu nih, Amerika tuh udah sadar bener sama betapa pentingnya intelijen. Latar belakangnya, waktu ketika Uni Soviet pecah dan nyisain satu yaitu Rusia. Di sini Rusia juga masih belum tentu akan bisa menyaingi Amerika. Kenapa? Di sini peran penting intelijen Amerika.
Nah apalagi ketika kejadian 9/11 dulu itu, terus ada mis informasi yang katanya Saddam Husein dulu punya senjata masal eh ternyata nggak punya. Dari kejadian-kejadian itu, Amerika pada tahun 2003 mendirikan National Geospatial-Intelligence Agency atau disingkat NGA. NGA ini nggabungin beberapa organisasi baik yang berbasis inteligen maupun yang non-inteligence. Utamanya yang punya akses buat satelit beserta turunannya. CIA sama FBI juga ada di situ. Nah NGA ini yang ngenalin nama geospatial intelligence awalnya. Terus mulai banyak penelitian-penelitian tentang ini dan mulai rame tuh sama singkatan GEOINT.
GEOINT ini aja sampe sekarang belum ada di kamus-kamus, definisinya pun ada yg de facto dan de jure.
Kita kenalan dulu sama definisi secara de jure dulu ya karena lebih awal munculnya, geoint secara de jure tuh di ada Title 10 US Code ARMED FORCES Section 467 Chapter 22 yang tulisannya gini
“In the United States, Geospatial Intelligence, GEOINT is intelligence about the human activity on earth derived from exploitation and analysis of imagery and geospatial information that described, assesses, and visually depicts physical features and geographically referenced activities on the earth.”
Jadi, GEOINT diartikan sebagai aktivitas manusia di bumi yang berasal dari eksploitasi citra dan informasi geospatial yang menggambarkan, menilai, dan memvisualisasikan fitur fisik bumi dan aktivitas yang bereferensi geografi di bumi. Di situ ada kata eksploitasi, di mana kata ini kan agak lumayan horror sebenernya. Kita liat aja kasus Snowden yang uda difilm in itu.
Itu yang de jure ya, jadi GEOINT lebih diartikan ke aktivitas intelijen yang berbau militer, spy2 kayak James Bond gitu, tapi jangan salah... militer juga nanganini bidang kebencanaan juga kan.
Ok lanjut definisi GEOINT secara de facto, ini lebih artian luas ya. Karena basicnya intelligence itu lebih pada ke pengetahuan. Diliat dari asal kata intelligent yaitu cerdas, makanya tuh org intel2 tuh wajib syaratnya kudu cerdas, IQ nya lumayan gede..hehe
Balik lagi ke GEOINT ya, GEOINT secara de facto dikemukakan oleh Bacastowand sama Bellafiore di American Intelligence Journal yang judulnya Redefining Geospatial Intellegence tahun 2009. Dia nyebutin GEOINT sebagai “The ability to describe, understand, and interpret so as to anticipate the human impact of an event or action within a place-time environment. It is also the ability to identify, collect, store, and manipulate data to create geospatial knowledge through critical thinking, geospatial reasoning, and analytical techniques. Finally, it is the ability to present knowledge in a way that is appropriate to the decision-making environment”.
Indonesianya nih, GEOINT adalah kemampuan mendeskripsikan, memahami, mengintretepasi untuk mengantisipasi dampak manusia dalam menghadapi aktivitas konteks ruang-waktu. Kemampuan GEOINT untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi data untuk nyiptain pengetahuan geospasial lewat pemikiran kritis, penjelasan geospasial, dan teknik analitis yang dipake ujung-ujungnya buat ambil keputusan. Selanjutnya buat mbedain definisi dari NGA tadi sama yang ini make moniker atau nama GeoIntel. Kalau yang tadi GEOINT, nah yang ini namanya GeoIntel.
Uda OK ya sama gambaran GEOINT di awal, inti nya sih video ini mau bahas intelijen yang terkait sama geospasial.
GEOINT yang dari US Code tadi terdiri dari 3 macem, yaitu citra, citra intelijen, dan informasi geospasial. Citra ini adalah gambaran permukaan bumi yang terekam oleh sensor. Bisa dari satelit, pesawat terbang, atau juga drone. Kalau imagery intelligence atau biasa disingkat IMINT itu kayak data fotografi intelijen, film, video, jepretan dari radar, satelit, pesawat terbang, atau kapal yang waktu pengolahannya pake unsur intrepetasi intelijen. Contohnya IMINT dipake buat nemuin fasilitas nuklir, tempat pelatihan teroris, pengerahan militer, lokasi persenjataan, dan macem-macem. Nah kalau informasi geospasial di sini maksudnya semua gambaran atau simbol tentang data fisik atau non fisik, alami atau buatan semua yang berbasis lokasi dan belum diproses atau diolah sama data lain, termasuk juga belum diolah buat intelijen.
Nah GEOINT nya Amerika nih penyebaran data geopasialnya buat intelijen tuh udah cepet banget. Informasinya bisa disebarin ke sekutu, mitra, atau lembaga lain yang uda kerja sama lewat world wide web. Amerika uda kolaborasi sama penyedia software dan bikin juga yang namanya GEOINT Online. GEOINT Online nyediain akses cepet ke produk intelijen NGA saat ini. Pengguna juga bisa bikin produk atau ngeformat produk dan peta NGA yang ada untuk dibikin produk baru sesuai kebutuhan. Ini nih yang ngehasilin produk GEOINT relevan plus tepat waktu. Sesuai banget sama definisi intelijen yang ada di wikipedia itu.
Nah sekarang gimana GEOINT di Indonesia?
Konsepnya GEOINT sama yang tadi sebenernya sama, tapi...kelengkapan peralatan dan ahlinya beda.
Kita flashback sebentar ya soal perkembangan GEOINT-nya. Kegiatan GEOINT ini tuh sebenernya udah ada sejak Perang Dunia. Waktu zaman dahulu, awalnya informasi geospasial berpusat pada peta dan grafik sebagai penyedia soal pengukuran dan pemodelan bentuk atau gravitasi bumi, buat nentuin lokasi presisi sama kebutuhan fotogrametri.
Tapi...sejak kecanggihan satelit dan era digital, GEOINT semakin keren karena ngehubungin sama berbagai kemampuan kecerdasan lainnya, kayak Human Intelligence (HUMINT), Telemetry Intelligence (TELINT), Electronic Intelligence (ELINT), Communication Intelligence (COMINT), Imagery Intelligence (IMINT), dan Pengukuran dan Kecerdasan Sinyal (MASINT). GEOINT dulu sama sekarang secara konsep beroperasi pun sebenarnya hampir sama, tetapi sekarang jauh lebih luas baik dari segi rentang skala spasial maupun temporalnya. GEOINT itu sekarang lebih merujuk sama penggambaran secara visual biar makin gampang buat diintrepretasi secara geospasial sama pengguna.
Sebagai informasi, di Indonesia ada beberapa komunitas geospasial kayak Badan Informasi Geospasial, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, atau sekarang Lembaga Penelitian Penerbangan dan Antariksa BRIN, Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat, Pusat Oseanografi Hidro Angkatan Laut, Dinas Fotografi Udara, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan pihak perorangan/swasta.
Nah tahun 2013, Badan Informasi Geospasial, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, Angkatan Laut, Angkatan Darat, Polisi Republik Indonesia, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) udah tuh ngebentuk badan intelijen geospasial yang bakalan saling terintegrasi. Katanya teknologinya juga uda canggih dan dioperasiin sama anak-anak muda. Selain itu kerjasama dengan penyedia software terkait GEOINT juga uda dilakukan, salah satunya sama Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat.
Di sisi perkembangan teknologi dan industri pertahanan, sarana teknologi makin ditingkatkan ngikuti Peraturan Pertahanan Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan. Di Peraturan Menteri ini ada nih petunjuk pengembangan produksi dan program alih teknologi yang berorientasi pada pengembangan teknologi dan RMA atau Revolution in Military Affairs. Nah PT Len Industri yang jadi industri yang bergerak di bidang pertahanan Indonesia fokus sama pengembangan C5ISR (Command, Control, Computers, Communications, Cyber, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance). C5ISR ini disebut-sebut jadi penentu superioritas alutsista plus bisa terintegrasi sama berbagai sistem pertahanan nasional, bahasa kerennya Net Centric Warfare. Implementasi C5ISR itu ngumpulin berbagai jenis informasi intelijen dalam jumlah besar, secara terus menerus, dan real-time. Di sini ada GEOINT yang ngolah informasi buat data penunjang operasi.
Nah kira-kira gitu temen-temen sepemahaman QK. Kalau ada yang mau lebih kepo, bisa tuh baca buku yang berbahasa Indonesia ini.
Buat temen-temen yang lebih tau soal perkembangan GEOINT ini komen-komen di bawah ya...terima kasih.
Wassalamu’alaikum.
Komentar
Posting Komentar