Langsung ke konten utama

Pemeriksaan USG di RS Bina Husada Cibinong Menggunakan Rujukan Faskes 1 BPJS

Baru baru ini terdengar perubahan aturan mengenai penggunaan BPJS. Tanya-tanya ke beberapa bidan di tempat yang berbeda jawaban tentang persalinan normal sudah tidak tercover BPJS lagi. Tapi setelah tanya staff bagian yang bekerja di instansi BPJS katanya itu hoax, persalinan normal masih tercover BPJS, hanya saja hanya dapat dilakukan di faskes 1 atau bidan jaringan.

Saya sendiri masih bingung dengan kebijakan ini, kalau pun itu hoax, tetapi kenapa semua bidan dan petugas di berbagai instansi kesehatan, seperti klinik, puskesmas, dan bidan jaringan pun menjawab dengan jawaban yang sama.

Bagaimana sosialisasi tentang BPJS itu sendiri? Dan lagi kalau pun saya ngotot telpon ke 1500 400 nya BPJS, apakah ketika lahiran normal si bidan mau mematuhi BPJS yang katanya hoax itu?

Sudah dulu curhatnya, kembali ke judul postingan saya ini tentang alur pemeriksaan USG menggunakan BPJS, ya. Check it out:

1. Pemberian surat rujukan dari faskes 1.

Ketika kontrol kehamilan seperti biasanya tiap bulan terlebih dahulu diperiksa di faskes 1 bagaimana kondisi kehamilan kita. Dari ditensi, berat badan ibu, pemeriksaan detak jantuk bayi, ukuran bayi, dll. Untuk kasus saya kali ini di kehamilan 32 minggu, bidan yang memeriksa saya agak kewalahan mengetahui posisi kepala bayi di mana. Sampai ganti personil pun petugas masih belum begitu yakin posisi bayi sudah normal, sungsang, atau melintang. Padahal kontrol bulan 7 kemarin, posisi bayi sudah bagus, yaitu kepala di bawah. Oleh karena itu dirujuklah saya untuk USG kedua karena faskes 1 tidak memiliki fasilitas USG.

NB: katanya untuk sekarang kebijakan rujukan USG dengan kondisi normal (tanpa indikasi) hanya dapat diberikan 2 kali, yaitu pada trimester pertama dan ketiga saja. Tapi saya tanya lagi sih saya masih bisa mengajukan 1 kali setelah ini di minggu 36 untuk persiapan persalinan. Rujukan yg 32 minggu ini diberikan karena bidan takut posisi bayi saya belum normal.

Dikhawatirkan karena usia kandungan yang memasuki 32 minggu biasanya posisi bayi sudah mulai stabil dan tidak muter-muter lagi.

2. Pendaftaran antrean pendaftaran di RS Bina Husada.

Hari selanjutnya dimulai dengan pengambilan nomor antrean pendaftaran yang sudah dibuka sejak pukul 05.00.

Tetapi karena saya ingin menuju pendaftaran di bagian kandungan, yang tidak memiliki kuota antrean, maka saya harus menunggu pukul 06.00 untuk menghindari tumpang tindih antrean. Hal ini tidak dijelaskan malam sebelumnya ketika saya mencoba memperoleh informasi dengan telpon ke RS Bina Husada.

NB: by the way kenapa saya dirujuk ke RS Bina Husada? Karena kebijakan BPJS sekarang harus menurut rujukan faskes 1 ke RS tingkat C atau D dulu. Tidak seperti rujukan USG saya yang pertama, saya bisa memilih RS sesuai dengan keinginan sendiri.

3. Pendaftaran pemeriksaan kandungan.

Setelah paginya saya mengambil nomor antrean pendaftaram doank, pukul 14.00 saya datang lagi ke RS Bina Husada untuk mendaftarkan diri untuk malamnya. Saya memilih pemeriksaan malam agar suami saya juga dapat melihat hasil USG secara langsung karena pagi dan siang masih bekerja di kantor.

Antrean cukup lama, walaupun nomor saya 15, tetapi saya baru bisa mendaftar pukul 14.45. Syarat yang dibutuhkan adalah fotokopi BPJS, KTP, dan surat rujukan. Kemudian kita diminta untuk mengisi biodata diri saja.

Sebagai tambahan ketika pendaftaran, saya ditawari pembuatan kartu kontrol RS dengan membayar Rp 10.000,00 tetapi saya menolak karena saya hanya sekali kemungkinan periksa di sini dan tidak terlalu membutuhkannya.

NB: jika menginginkan pemeriksaan oleh dokter perempuan, datang pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Jam praktik 08.00 - 14.00, 17.00 - 19.00, dan 19.00 - 21.00.

4. Datang ke ruangan pemeriksaan.

Saya sampai di RS pukul 19.00 langsung menuju ruang dr. Albert untuk ditensi dan ditimbang serta pengisian biodata singkat, seperti nama, HPHT, dan faskes 1 di mana.

Untuk pemeriksaan, tidak ada antrean nomor lagi, pemeriksaan dimulai oleh siapa saja yang datang duluan akan diperiksa lebih dulu.

5. Pemeriksaan USG oleh dr. Albert.

Tidak berapa lama (pasien tidak begitu ramai seperti bagian kesehatan anak) saya masuk ke ruang dokter untuk diperiksa USG. Diawali dengan pertanyaan ada keluhan apa dan haid terakhir kapan, lanjut USG. Pada USG kali ini saya sangat puas dengan pelayanannya, dokternya sabar, menjelaskan dengan detail dan rinci, dari kepala sampai kaki. Kondisi bayi (tulang, jari, letak tangan kaki), ada lilitan tali pusar tidak, ada kelainan tidak (sumbing, hidrosephalus), jenis kelamin, kondisi ketuban, berat janin, kecepatan detak jantung, dll. Ketika selesai pun dokter masih menawarkan pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya ajukan. Diakhiri dengan pertanyaan vitamin masih atau tidak, pemberian hasil USG (hanya keterangan data USG tanpa foto) dan ucapan selamat.

6. Menunggu pemanggilan pengambilan obat/vitamin.

Bagian ini saya menunggu sekitar setengah jam karena kata petugas antrean memang panjang dan berkas dari poli agak lama masuknya untuk dilengkapi data pelengkap terlebih dahulu. Setelah menunggu dan akhirnya nama saya dipanggil, saya maju untuk mengambil vitamin asam folat (saya hanya diberi asam folat karena ketika ditanya dokter vitamin yang lainnya saya masih ada) dan tanda tangan di bagian berkas penerimaan obat pasien.

Overall sebenarnya saya sangat memakan banyak waktu untuk prosedur rujukan USG kali ini. Dari subuh sampai malam saya bolak balik ke RS untuk nomor antrean dulu, pendaftaran, baru pemeriksaan. Belum lagi tiap tahapnya sangat lama, sampai pengambilan obat pun juga lama. Saya tidak tahu bagaimana sabarnya pasien yg baru sakit mengikuti prosedur-prosedur seperti itu. Selain itu ditambah beberapa petugas yang ketika ditanya nggak ramah. Kemudian untuk pasien yang membawa kendaraan harus membayarkan uang parkir 3x dalam sehari dengan hitungan per jam Rp 2000,00 kalau tidak salah.

Tapi di samping itu, saya senang dengan pelayanan dokternya yang profesional dan baik. Semoga pelayanan dan kebijakan BPJS lebih baik untuk ke depannya.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prioritas Milih Spek Komputer (PC/Laptop) untuk Keperluan GIS

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Temen-temen yang berkecimpung di pengolahan GIS khususnya yang suka pake ArcGIS, pernah nggak ngerasa kalau baru processing suka lemot, muternya luama, atau malah suka nge-close sendiri? Coba yuk liat lagi spek PC atau laptop temen-temen itu kayak gimana. Udah sesuai belum sama yang dimau softwarenya. Karena software GIS yang dibutuhin kan nggak bisa dibalik jadi dianya yang nyesuain PC-nya kan. Nah, buat yang suka build PC sendiri atau mungkin pengen upgrage spek laptopnya sesuai prioritas spek yang bisa dipake biar ngolah GIS nya lebih optimal, silakan liat tulisan ini. Spek PC atau laptop yang disesuain buat pengolahan GIS paling nggak ada 3 urutan prioritas yang QK buat jadi kayak gini. ●Yang pertama adalah CPU/GPU.  Kenapa nggak kepisah? Karena temen-temen bisa ngatur processingnya pake CPU atau GPU di environments ArcGIS sendiri. Sebenernya environtment inilah dasar dari suatu software yang seharusnya disesuaikan paling awal sama temen-temen. Kalau en...

GEOINT: Definisi dan Perkembangannya di Indonesia

Assalamu’alaikum wr.wb. Kali ini QK pengen bahas tentang GEOINT, uda pada tau belum? buat yang penasaran apa itu GEOINT dan gimana GEOINT di Indonesia silakan simak di bawah ini ya. QK mau ceritain dulu gimana si GEOINT ini. Ceritanya dari Amerika dulu nih, Amerika tuh udah sadar bener sama betapa pentingnya intelijen. Latar belakangnya, waktu ketika Uni Soviet pecah dan nyisain satu yaitu Rusia. Di sini Rusia juga masih belum tentu akan bisa menyaingi Amerika. Kenapa? Di sini peran penting intelijen Amerika. Nah apalagi ketika kejadian 9/11 dulu itu, terus ada mis informasi yang katanya Saddam Husein dulu punya senjata masal eh ternyata nggak punya. Dari kejadian-kejadian itu, Amerika pada tahun 2003 mendirikan National Geospatial-Intelligence Agency atau disingkat NGA. NGA ini nggabungin beberapa organisasi baik yang berbasis inteligen maupun yang non-inteligence. Utamanya yang punya akses buat satelit beserta turunannya. CIA sama FBI juga ada di situ. Nah NGA ini yang ngenalin nama ...